Langkah Nyata Penataan Kota, Pemkot Cirebon Bongkar Bangunan PKL di Bantaran Sungai Sukalila

Foto Pemkot Cirebon di Bantaran Sungai Sukalila, Dokumentasi by Dede Sofyan Hadi

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon terus melangkah menata wajah kota agar lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Salah satu langkah konkret ialah penataan kawasan bantaran Sungai Sukalila dan Kalibaru yang selama ini dipenuhi bangunan pedagang kaki lima (PKL).

Pemerintah membongkar seluruh bangunan PKL di area tersebut sebagai bagian dari penataan kawasan sekaligus mendukung program normalisasi Sungai Sukalila. Ke depan, pemerintah akan membangun pedestrian, pemagaran, dan taman sebagai ruang publik.

Wali Kota Cirebon Effendi Edo memimpin apel pagi di halaman Balai Kota Cirebon, lalu melanjutkan kegiatan penertiban PKL di bantaran Sungai Sukalila, Senin (15/12/2025). Penertiban berlangsung tertib dan kondusif.

Kondisi ini tidak terlepas dari pendekatan persuasif pemerintah melalui sosialisasi dan imbauan bertahap.

Sejak jauh hari, Pemkot Cirebon menyampaikan peringatan pertama hingga ketiga kepada para pedagang. Upaya tersebut membuahkan hasil karena sebagian besar PKL membongkar lapaknya secara mandiri sebelum petugas turun ke lapangan.

Ratusan personel gabungan dari kepolisian, TNI, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, Linmas, dan Dinas Perhubungan bersiaga untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar.

Selama proses penertiban, petugas menutup sementara sejumlah ruas jalan menuju kawasan Sungai Sukalila dan Kalibaru. Langkah ini bertujuan mendukung mobilitas alat berat serta mencegah kepadatan lalu lintas.

Pemerintah juga mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi agar aktivitas warga tetap terlayani.

Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada para pedagang yang bersikap kooperatif dan mendukung program pemerintah. Ia berharap seluruh bangunan di kawasan Sukalila dan Kalibaru dapat rata sesuai rencana dan prosesnya berjalan lancar.

“Alhamdulillah, pedagang bisa membongkar secara mandiri. Terima kasih atas kerja samanya,” ujar wali kota.

Ia menegaskan Pemkot Cirebon tidak menelantarkan para pedagang. Sebagian PKL telah menempati lokasi baru yang pemerintah siapkan, salah satunya di kawasan Pusat Grosir Cirebon (PGC).

“Memang di awal perpindahan mungkin masih sepi, tetapi kalau sudah ada peminatnya pasti akan ramai lagi. Saya berdoa semoga rezeki para pedagang di tempat baru semakin bertambah,” tuturnya.

Pemkot Cirebon Fasilitasi Relokasi PKL, Pedagang Dukung Penataan Kota

Foto Pembongkaran Bangunan di Bantaran Sungai Sukalila, Dokumentasi by Dede Sofyan Hadi

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman, menyampaikan pihaknya terus membuka ruang dialog dengan para pedagang dalam penertiban dan penataan kawasan.

“Kami menerima aspirasi pedagang bunga di Kalibaru Utara. Dari 44 pedagang, ketua dan perwakilannya menyampaikan keinginan relokasi di tempat terbuka dengan ruang yang representatif,” jelasnya.

Iing menambahkan, Pemkot Cirebon menawarkan relokasi di kawasan Pusat Grosir Cirebon (PGC). Namun, sebagian pedagang bunga Kalibaru meminta lokasi terbuka. Pemkot kemudian menawarkan lokasi di belakang Terminal Harjamukti yang secara teknis akan ketua paguyuban atur.

“Kami memfasilitasi tempat dan pengangkutan ke lokasi. Pedagang di sini sudah ikonik. Kami yakin pelanggan tetap mencari meski berpindah lokasi. Tugas kami mendukung, membantu promosi, dan menyampaikan informasi relokasi agar kawasan baru cepat ramai,” kata Iing.

Kepala Satpol PP Kota Cirebon Edi Siswoyo menjelaskan teknis penertiban berlangsung di Sukalila Utara dan Selatan serta Kalibaru Utara dan Selatan.

“Fokus hari ini pembongkaran bangunan yang masih tersisa dan kami targetkan selesai hari ini. Dua hingga tiga hari ke depan kami lanjutkan pembenahan dan pengangkutan material,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya berkolaborasi dengan berbagai instansi dan menurunkan empat unit ekskavator. Dua ekskavator besar berasal dari BBWS Cimanuk–Cisanggarung dan dua ekskavator kecil dari Dinas Pekerjaan Umum.

“Kami juga membantu pengangkutan barang dagangan ke rumah atau lokasi usaha baru. Sementara material seperti kayu kami buang ke TPA Kopiluhur,” jelasnya.

Dukungan juga datang dari masyarakat setempat. Ketua RW 3 Pagongan Kaelani menyatakan pihaknya mengikuti dan mendukung kebijakan pemerintah.

“Kami mendukung penataan kota. Demi keindahan dan keteraturan kota, tentu ini langkah yang baik,” katanya.

Salah satu pedagang seafood, Via, mengaku telah membongkar lapaknya secara mandiri.

“Saya sudah berjualan tiga tahun di sini. Sebelumnya pemerintah sudah menyampaikan surat peringatan, jadi kami bongkar sendiri. Kami mendukung program pemerintah agar penataan kota dan sungai ke depan lebih baik,” pungkasnya. (clue)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *