JAKARTA – Pemerintah akan membentuk Klinik UMKM bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah terdampak banjir di Sumatera.
Program ini menjadi bagian dari pemulihan ekonomi pascabencana yang terus berjalan di sejumlah daerah terdampak.
“Di tiga provinsi, masing-masing satu klinik, cuma khusus untuk di Aceh, kami buat tiga klinik,” tutur Maman, mengutip dari Tempo.
Klinik UMKM berfungsi sebagai pusat layanan terpadu yang mendampingi pelaku usaha sejak pendataan kerugian hingga pemulihan usaha.
Banyak UMKM kehilangan alat produksi, stok barang, serta modal kerja akibat terendam banjir.
Klinik ini akan hadir di wilayah terdampak banjir di Sumatera, terutama daerah dengan konsentrasi UMKM tinggi.
Pendampingan mencakup akses pembiayaan melalui skema Kredit Usaha Rakyat, restrukturisasi pinjaman, dan pelatihan manajemen serta pemasaran.
Tujuannya agar pelaku usaha dapat kembali beroperasi secara berkelanjutan.
Selain korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, bencana ini mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, terutama sektor usaha mikro dan kecil.
Pemerintah pusat menegaskan penanganan dampak bencana di Sumatera masih terus berjalan.
Kementerian dan lembaga terkait tetap berkoordinasi untuk pemulihan fokus pada kemanusiaan dan ekonomi masyarakat.
Selain Kementerian UMKM, program ini melibatkan pemerintah daerah, perbankan, serta lembaga pendamping usaha.(clue)

