JAKARTA — Pemerintah menetapkan kebijakan tanpa impor beras industri pada 2026 untuk menjaga produksi padi nasional dan kesejahteraan petani.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menegaskan stok beras nasional dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun industri.
Ia menyebut produksi padi nasional dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif, didukung perluasan lahan tanam dan peningkatan produktivitas.
“Dengan cadangan beras pemerintah yang kuat, kami optimistis kebutuhan nasional bisa terpenuhi tanpa impor beras industri,” ujar Arief pada 29/12/25.
Namun pelaku industri pangan menilai kebijakan tersebut berpotensi menaikkan biaya produksi pangan olahan.
CEO PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Anthoni Salim mengatakan industri membutuhkan beras dengan spesifikasi tertentu.
Menurut Anthoni, keterbatasan pasokan beras industri lokal dapat mendorong penyesuaian harga produk.
Ketua GAPMMI Adhi Lukman menyebut bahan baku menyumbang lebih dari 40 persen biaya produksi industri makanan.
Data Badan Pusat Statistik mencatat komponen bahan baku menjadi faktor dominan dalam pembentukan harga pangan olahan.
Ekonom pertanian Khudori mendorong pemerintah menyiapkan masa transisi agar industri tidak menekan daya beli masyarakat.
Ia menilai insentif produksi beras industri lokal mampu menjaga keseimbangan petani, industri, dan konsumen. (clue)

