Subang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang menggelar kegiatan penguatan manajemen tanggap darurat guna memantapkan koordinasi antar-organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menghadapi situasi bencana.
Langkah ini diambil untuk memastikan pelayanan kesehatan dan penanganan darurat berjalan efektif dan terintegrasi. Kolaborasi yang terintegrasi jadi kunci penanganan.
Kepala Dinas Kesehatan Subang, dr. Dwinan Marchiawati, menyatakan bahwa kunci keberhasilan penanganan bencana terletak pada kesamaan persepsi dan pemahaman tugas pokok serta fungsi (tupoksi) di setiap instansi terkait.
“Kami ingin menyamakan persepsi agar setiap OPD memahami tupoksinya masing-masing dalam manajemen tanggap darurat yang terintegrasi,” ujar dr. Dwinan pada Rabu (07/01/26), di kantornya.
Dalam arahannya, dr. Dwinan menekankan pentingnya sinergi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai sektor pemimpin (leading sector) dengan instansi pendukung lainnya.
Kolaborasi ini melibatkan Dinkes dan RSUD Subang sebagai penanganan medis dan rujukan, Dinas Sosial menangani logistik dan pengungsian, TNI-Polri keamanan dan mobilisasi evakuasi, Damkar penyelamatan dan pemadaman, Camat & OPD Terkait bagian dari koordinasi wilayah dan sumber daya lokal.
Selain itu, Dinkes Subang juga melantikan Tim Tanggap Darurat. Tim ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam merespons krisis kesehatan di lapangan.
Acara tersebut juga diisi dengan sosialisasi regulasi terbaru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta materi penanganan bencana yang disampaikan langsung oleh BPBD Kabupaten Subang.
Dengan sosialisasi ini, diharapkan seluruh personel memiliki acuan standar yang sama dalam bertindak saat terjadi keadaan darurat.
“Manajemen yang terintegrasi akan meminimalisir tumpang tindih peran di lapangan, sehingga bantuan kepada masyarakat bisa sampai lebih cepat dan tepat,” tutup dr. Dwinan.

