Inflasi Subang Naik, Pemkab Siapkan Langkah Stabilkan Harga Jelang Ramadan

SUBANG — Pemerintah Kabupaten Subang mulai mengantisipasi potensi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H. Hal itu menyusul tren inflasi daerah yang tercatat meningkat pada awal 2026.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Kabupaten Subang pada Januari 2026 secara year on year mencapai 2,92 persen, naik dibandingkan Desember 2025 yang berada di angka 2,11 persen. Meski demikian, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan inflasi Jawa Barat yang mencapai 3,24 persen.

Situasi tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Aula BP4D Kabupaten Subang, Jumat (6/3/2026).

Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi menilai pengendalian inflasi menjelang hari besar keagamaan harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat meningkatnya permintaan masyarakat terhadap bahan pangan, transportasi, dan kebutuhan pokok lainnya.

“Menjelang Ramadan dan Idul Fitri biasanya permintaan masyarakat meningkat. Karena itu kita harus memastikan harga tetap terjaga, distribusi tidak terganggu, dan pasokan tersedia,” ujar Agus.

Pemerintah daerah juga menilai koordinasi lintas sektor menjadi kunci untuk mencegah lonjakan harga yang berlebihan. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah instansi seperti BPS, Bulog, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan, hingga Dinas Perhubungan terlibat dalam pembahasan strategi pengendalian inflasi.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Subang M. Khairil Syahdu Muchtar mengatakan momentum Ramadan dan Lebaran kerap menjadi periode yang memicu tekanan inflasi di berbagai daerah.

Menurutnya, peningkatan konsumsi masyarakat perlu diantisipasi melalui kebijakan yang terkoordinasi, mulai dari pemantauan harga hingga penguatan distribusi bahan pokok.

“Koordinasi antar instansi menjadi penting agar pemerintah daerah dapat merespons potensi kenaikan harga dengan cepat,” katanya.

Selain memantau harga kebutuhan pokok, pemerintah daerah juga mendorong upaya stabilisasi melalui operasi pasar, penguatan distribusi, serta kerja sama antar daerah untuk menjaga ketersediaan pasokan pangan.

Pemkab Subang juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan rumah tangga.

Pemerintah berharap langkah-langkah tersebut dapat menahan gejolak harga menjelang Ramadan dan Idul Fitri sehingga masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok tanpa tekanan kenaikan harga yang signifikan. (clue)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *