Ratusan Relawan Bersihkan Sungai Sukalila, Aksi Kolaborasi Pemkot Cirebon dan PGIS

CIREBON- Ratusan relawan turun ke Sungai Sukalila, Kota Cirebon, Sabtu (2/5/2026) pagi. Mereka menyusuri aliran sungai, mengangkat sampah, hingga membersihkan endapan yang selama ini menghambat arus air. Kegiatan kerja bakti ini melibatkan Pemerintah Kota Cirebon bersama Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Setempat (PGIS) Cirebon.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, terlihat hadir langsung di lokasi. Ia memantau jalannya pembersihan sekaligus menyapa para relawan yang sejak pagi sudah bekerja di sepanjang aliran Kali Baru, baik di sisi utara maupun selatan.

Menurutnya, upaya membersihkan sungai tidak bisa berhenti pada satu kegiatan saja. Ia menilai, kerja bakti semacam ini perlu dilakukan secara rutin agar hasilnya benar-benar terasa dalam jangka panjang. Apalagi, kondisi sungai yang mulai membaik saat ini dinilai sebagai awal yang perlu dijaga.

Kegiatan ini sendiri bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mendorong kesadaran lingkungan, tidak hanya lewat edukasi, tetapi juga melalui aksi langsung di lapangan.

Di sisi lain, keterlibatan komunitas keagamaan dinilai memberi dorongan tambahan bagi gerakan kebersihan. Selama ini, program serupa juga sudah digerakkan di tingkat lingkungan, mulai dari RW hingga kelurahan, dengan melibatkan warga setempat.

Ketua panitia kegiatan dari PGIS Cirebon, Aris Herlinawati, menyebut aksi bersih sungai ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial keagamaan yang rutin mereka lakukan. Selain relawan dari gereja-gereja anggota PGIS, kegiatan ini juga didukung sejumlah perangkat daerah.

Total sekitar 300 orang terlibat dalam kerja bakti tersebut. Mereka berasal dari puluhan gereja anggota PGIS, ditambah unsur pemerintah daerah seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga siang hari, dengan fokus pada pengangkatan sampah dan normalisasi aliran air. Meski bersifat gotong royong, upaya ini diharapkan bisa berdampak lebih luas—terutama dalam membangun kebiasaan menjaga kebersihan sungai di tengah masyarakat. (clue)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *