BALI- Pergerakan arus balik Lebaran menuju Bali melalui penyeberangan Ketapang–Gilimanuk mulai terlihat, namun jumlahnya belum signifikan. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat, hingga beberapa hari setelah Lebaran, baru sekitar 29 persen pemudik yang telah kembali ke Bali.
Artinya, mayoritas atau sekitar 71 persen pemudik masih berada di Jawa dan belum melakukan perjalanan balik. Kondisi ini membuat arus kendaraan di pelabuhan relatif lebih terkendali dan belum terjadi lonjakan besar.
ASDP pun mengingatkan masyarakat agar mengatur waktu perjalanan dengan baik dan tidak berangkat secara bersamaan pada puncak arus balik. Periode padat diperkirakan terjadi pada akhir Maret, sehingga berpotensi menimbulkan antrean panjang jika tidak diantisipasi.
Untuk menjaga kelancaran, pihak ASDP telah menyiapkan berbagai langkah operasional, termasuk pengaturan lalu lintas kendaraan dan pemanfaatan area penyangga (buffer zone). Upaya ini dilakukan guna memastikan proses penyeberangan tetap berjalan lancar meski jumlah kendaraan terus meningkat.
Di sisi lain, tren arus balik tahun ini menunjukkan adanya kenaikan mobilitas dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, pergerakan yang masih tersebar dinilai membantu mengurangi risiko kepadatan ekstrem di titik penyeberangan. (clue)

