BANDUNG – Pemerintah Kota Cirebon mencatat capaian inflasi yang stabil sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data terbaru, inflasi Kota Cirebon berada pada level 0,32% (mtm) pada Oktober 2025 dan 2,27% (ytd), masih dalam rentang target nasional 2,5% ± 1%. Kondisi ini menjadi fondasi penting bagi pengendalian harga menjelang akhir tahun.
Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati menegaskan stabilitas inflasi tercapai melalui koordinasi kuat serta program pengendalian harga berkelanjutan daerah. Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota pada High Level Meeting dan Capacity Building TPID Ciayumajakuning yang digelar di Bandung kemarin.
“Capaian inflasi Kota Cirebon menunjukkan bahwa langkah-langkah pengendalian yang kita jalankan berada di jalur yang tepat. Pemerintah daerah, TPID, dan semua pemangku kepentingan terus bekerja sama menjaga pasokan dan keterjangkauan harga,” ujarnya.
Ia menjelaskan TPID Kota Cirebon telah menyusun Peta Jalan Pengendalian Inflasi 2025–2027 yang kini difinalisasi melalui Bagian Hukum Setda kota. Pemerintah Kota terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah melalui sembilan langkah konkret pengendalian inflasi serta kolaborasi lintas wilayah.
Program yang sedan berjalan meliputi Gerakan Pangan Murah, Mall UKM Klemprakan, Pasar Murah Keliling, serta penyaluran OPADI dan bantuan pangan pemerintah. Pemkot Cirebon juga melakukan sidak rutin di pasar tradisional dan ritel modern untuk memantau harga serta ketersediaan stok.
Melalui DKP3, Pemkot menyiapkan 34.729 kg Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) dan mendorong urban farming, termasuk pemanfaatan lahan abadi untuk penanaman cabai serta gerakan menanam oleh Kelompok Wanita Tani (KWT).
Penguatan ketahanan pangan terwujudkan melalui Program Gapura Pangan yang memperluas jejaring suplai pangan melalui kolaborasi pelaku usaha lintas daerah setempat. Kerja sama ini diperkuat oleh Peraturan Wali Kota Nomor 26 Tahun 2025 dan membuka ruang KAD dengan produsen berbagai wilayah.
TPID Cirebon Perkuat Evaluasi dan Sinergi Menjelang TPID Award 2025

TPID Kota Cirebon juga berkomitmen memperkuat pelaporan dan evaluasi program sebagai bagian dari persiapan menuju TPID Award 2025. Pemerintah Kota juga akan terus mendorong kolaborasi antarwilayah, memperkuat peran BUMD pangan, serta memastikan strategi pengendalian harga berjalan efektif hingga akhir tahun.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Jajang Hermawan, memberikan apresiasi atas konsistensi TPID Ciayumajakuning dalam menjaga stabilitas inflasi sepanjang 2025.
“Koordinasi lintas wilayah menjadi kunci keberhasilan kita dalam mengelola tekanan inflasi di tengah dinamika pasokan dan cuaca yang tidak menentu. Capaian inflasi di Cirebon dan Majalengka menunjukkan kinerja yang cukup baik,” ujar Jajang.
Ia menegaskan bahwa inflasi Kota Cirebon dan Kabupaten Majalengka pada Oktober 2025 masing-masing berada pada 0,32% dan 0,34% (mtm), dengan inflasi tahunan 2,90% dan 2,99% (yoy). Kedua daerah masih berada dalam rentang target nasional dan mencerminkan pengendalian harga yang efektif.
Hingga Oktober 2025, telah terlaksana lebih dari 230 kegiatan pengendalian harga seperti GPM, operasi pasar, bazar murah, dan SPHP. Bank Indonesia juga mendorong percepatan Kajian Neraca Pangan Se-Ciayumajakuning untuk memperkuat pemetaan rantai pasok dan implementasi KAD. Menjelang periode Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN), Jajang menekankan pentingnya kesiapan pasokan dan mitigasi dini.
“Stabilitas inflasi adalah fondasi kesejahteraan masyarakat. Dengan sinergi yang sudah terbangun, saya yakin TPID Ciayumajakuning mampu menjawab tantangan pengendalian inflasi ke depan,” imbuhnya. (clue)

