BALI-Hujan lebat mengguyur wilayah Nusa Penida dan sekitarnya hingga menyebabkan banjir bandang, peristiwa itu terjadi pada Senin (8/12/2025). Akibatnya, aktivitas wisata di Pantai Crystal Bay, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, terhenti untuk sementara waktu.
Banjir bandang yang melanda area tersebut membawa material lumpur serta kayu dari area perbukitan.
Menurut warga setempat air deras datang dari arah perbukitan dan langsung menghantam pesisir Crystal Bay sekitar pukul 23.00 Wita.
“Banjir besar terjadi kemarin malam. Pesisir sekarang kotor sekali,”ujar Made Murni, mengutip dari kompas.
Menurut pantauan Kompas, berbagai jenis material turut hanyut tersapu banjir seperti sampah plastik, ranting, batang pohon, hingga lumpur pekat. Sekitar pukul 01.00 Wita air baru surut, namun sebelum itu sempat meluluhlantakkan area pesisir.
Aktivitas ekonomi sempat terhambat dan menutup sebagian akses menuju pantai. Penyebabnya karena tumpukan material banjir memenuhi area parkir dan masuk ke kios-kios warga.
“Lumpur tebal sampai masuk ke kios. Sementara Crystal Bay tidak bisa dikunjungi wisatawan,” tambah Murni.
Respons Cepat BPBD, Warung di Pesisir Alami Kerusakan Berat
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, I Putu Widiada, menyampaikan bahwa tim reaksi cepat telah terjun ke lokasi sesaat setelah kejadian. Banjir dan lumpur merendam sebanyak 36 warung yang berada di pesisir. Hal tersebut menyebabkan sejumlah barang elektronik seperti kulkas dan freezer menjadi rusak.
“Perkiraan kerugian masih dalam proses penghitungan,” ungkapnya.
Pembersihan area parkir, akses jalan, serta kios-kios yang dipenuhi material banjir dimulai pada Selasa (9/12/2025) pukul 07.00 Wita. Personel Polri, TNI, perangkat Desa Sakti, dan warga turut bergotong royong dalam upaya pembersihan. Petugas dan warga menggunakan sekop, cangkul, ember, hingga mesin senso untuk memotong kayu besar yang tersangkut di depan kios dan jalur menuju pantai.
Pemilik kios tampak sibuk membersihkan endapan lumpur setebal 5–10 cm hingga mengeluarkan barang-barang basah. Sampai siang hari, sekitar 75 persen area parkir sudah bisa berfungsi kembali. Meski begitu, di beberapa titik endapan lumpur tipis masih terlihat dan sebagian kios masih dalam tahap pengeringan serta penataan ulang.
Kapolsek Nusa Penida, AKP I Ketut Kesuma Jaya, menegaskan bahwa pemulihan kawasan menjadi prioritas utama.
“Kami terus berupaya melakukan penanganan pascabencana secara bertahap dan berkelanjutan. Sinergi aparat dan partisipasi masyarakat sangat penting agar Crystal Bay segera pulih dan kembali mendukung aktivitas wisata,” ujarnya.
Setelah tumpukan kayu dan lumpur disingkirkan kini akses menuju pantai kembali terbuka. Namun kondisinya terlihat belum sepenuhnya aman.
Pantai Crystal Bay merupakan kawasan rawan banjir. Sebelumnya, banjir serupa pernah terjadi dan kawasan ini juga mengalami banjir besar yang menyebabkan kerusakan parah. (clue)

