SUBANG – Data kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Subang yang kembali melonjak tinggi sepanjang tahun 2025 menjadi pendorong bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang untuk memperkuat upaya pencegahan dan menghilangkan stigma terhadap penderitanya.
Data dari Dinas Kesehatan mencatat, hingga Agustus 2025, telah terdeteksi 263 kasus baru, menambah total kumulatif menjadi 3.269 orang sejak tahun 1999.
Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, menanggapi serius angka tersebut saat membuka resmi acara Fun Walk Peringatan Hari AIDS Sedunia Tingkat Kabupaten Subang Tahun 2025 di Alun-alun Subang, Minggu (14/12/2025).
“Data ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa upaya pencegahan, edukasi, dan pengetahuan layanan harus terus dilakukan secara berkelanjutan, terintegrasi, dan adaptif terhadap berbagai tantangan yang ada,” ungkap Kang Asep Nuroni.
Fun Walk sebagai Kampanye Anti-Diskriminasi
Melalui kegiatan Fun Walk yang mengusung tema nasional “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV,” Kang Asep Nuroni memandang bahwa pesan solidaritas dan kepedulian dapat disampaikan secara positif dan inklusif. Acara ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi fokus pada perubahan perilaku sosial.
“Kegiatan ini bukan sekedar olahraga bersama, tetapi juga menjadi sarana edukasi publik, kampanye hidup sehat serta upaya menghapus stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV (ODHIV),” jelasnya.
Dengan menghilangkan stigma, diharapkan ODHIV tidak takut untuk mengakses layanan kesehatan dan pengobatan secara berkelanjutan, yang pada akhirnya akan membantu menekan laju penularan.
Kolaborasi Lintas Sektor Menuju Subang Tanpa HIV 2030
Sekda Subang juga menyampaikan apresiasi kepada Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Subang atas konsistensi mereka dalam mengkoordinasikan upaya pencegahan dan penanggulangan.
Kehadiran seluruh peserta dari berbagai unsur—pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media—menunjukkan kuatnya semangat kolaborasi. Kang Asep Nuroni berharap sinergi lintas sektor ini terus terjaga untuk mencapai target ambisius.
“Saya berharap dari kegiatan ini, sinergi terus terbangun dan terjaga selalu agar upaya pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS di kawasan Subang dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan, mari kita sama-sama menunjukkan target Subang tanpa HIV pada tahun 2030,” pungkasnya.

