JAKARTA– Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purn) A.M. Hendropriyono menyoroti aksi unjuk rasa besar yang berlangsung pada 28 Agustus 2025 di sekitar kompleks DPR.
Menurutnya, gelombang demonstrasi tersebut tidak sepenuhnya murni gerakan rakyat, melainkan ada pihak tertentu yang disebut “membekingi” di baliknya.
“Demo sebesar itu pasti ada yang membekingi. Tidak mungkin ribuan orang bisa bergerak serentak tanpa ada aktor yang mengorganisasi dan menyediakan logistik,” kata Hendropriyono dalam keterangannya, Jumat (29/8).
Hendropriyono yang dikenal sebagai tokoh intelijen menilai bahwa aksi massa harus dipandang secara lebih kritis. Ia mengingatkan agar publik tidak terjebak hanya pada isu-isu yang dibawa, tetapi juga memahami siapa yang mengendalikan di belakang layar.
“Dalam pengalaman saya, setiap gerakan massa selalu punya motif politik, ekonomi, atau kekuasaan. Mahasiswa, buruh, maupun ormas sering kali dijadikan kendaraan. Yang membiayai inilah yang penting diusut,” ujarnya.
Meski demikian, Hendropriyono menegaskan bahwa menyampaikan aspirasi adalah hak konstitusional warga negara. Namun ia meminta aparat penegak hukum untuk mengungkap lebih jauh siapa aktor intelektual yang memobilisasi massa pada aksi 28 Agustus.
“Silakan rakyat bersuara, itu dijamin oleh UUD. Tapi kalau ada aktor bayangan yang ingin menciptakan instabilitas, itu harus diproses secara hukum,” tegasnya.
Sebelumnya, aksi 28 Agustus diwarnai dengan ribuan demonstran dari berbagai elemen, mulai dari mahasiswa, buruh, hingga kelompok masyarakat sipil. Mereka menuntut pemerintah meninjau ulang sejumlah kebijakan, termasuk soal ekonomi, tenaga kerja, dan rencana revisi undang-undang tertentu.
Pihak kepolisian sendiri hingga kini belum mengumumkan siapa saja yang diduga berada di balik aksi tersebut. Namun Kapolri sebelumnya menyatakan akan melakukan penyelidikan mendalam jika ditemukan adanya indikasi pendanaan yang mencurigakan. (clue)