YOGYAKARTA – Arus lalu lintas di Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami lonjakan signifikan selama periode libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
Dinas Perhubungan DIY mencatat, jumlah kendaraan yang memasuki wilayah Yogyakarta telah menembus angka 2,1 juta unit, meningkat sekitar 15% dari pada periode yang sama tahun lalu.
Tingginya antusiasme wisatawan untuk merayakan pergantian tahun di Kota Gudeg membuat sejumlah ruas jalan protokol mengalami kepadatan, terutama di pintu masuk sisi timur dan utara.
Berdasarkan data dari Area Traffic Control System (ATCS) Dinas Perhubungan DIY, puncak arus masuk terjadi pada tanggal 24 dan 25 Desember.
Mobil pribadi mendominasi arus kendaraan dengan pelat nomor luar daerah seperti B (Jakarta), L (Surabaya), dan H (Semarang), serta ribuan bus pariwisata.
Titik yang tercatat mengalami kepadatan tertinggi adalah pintu Masuk Prambanan, jalur utama dari arah Solo/Jawa Timur.
Jalur Tempel, pintu masuk dari arah Magelang/Semarang. Kawasan Ring Road Utara, terutama di persimpangan Monjali dan Gejayan. Dan pusat kota, kawasan Malioboro, tugu Jogja, dan titik Nol Kilometer.
Dinas Perhubungan DIY Terapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Car Free Night di Malioboro

Kepala Dinas Perhubungan DIY Plt. Ni Made Dwipanti Indrayanti menjelaskan lonjakan ini sudah terprediksi sebelumnya.
Pihaknya telah menyiagakan personel penuh untuk mengatur durasi lampu lalu lintas secara dinamis melalui sistem ATCS.
“Hingga H+1 Natal, pantauan kami mencatat ada lebih dari 2 juta kendaraan yang melintas masuk. Kami fokus pada manajemen rekayasa lalu lintas di sirip-sirip menuju Malioboro agar tidak terjadi stagnasi total. Kami juga mengimbau wisatawan untuk memanfaatkan kantong parkir resmi yang sudah disediakan,” ujar Made dalam keterangan resminya, Kamis 26 Desember 2025.
Untuk mengantisipasi kemacetan parah di malam pergantian tahun, Dishub DIY bersama Polda DIY akan menerapkan beberapa skema.
Car Free Night, Penutupan total kendaraan bermotor di kawasan Malioboro mulai pukul 18.00 WIB pada 31 Desember.
Untuk jalur alternatif, petugas mengarahkan kendaraan menuju Gunungkidul melalui Cinomati untuk kendaraan kecil atau jalur utama Piyungan dengan pengawasan ketat.
Manajemen Parkir, wisatawan diminta tidak memarkir kendaraan di bahu jalan atau menggunakan parkir liar yang dapat memicu penyempitan jalan. (clue)

