Momen Heroik Ibu-Ibu Warnai Aksi Unjuk Rasa 28 Agustus

JAKARTA – Aksi unjuk rasa besar-besaran pada 28 Agustus 2025 di depan Gedung DPR RI tak hanya diwarnai teriakan tuntutan massa dan orasi para demonstran. Tetapi juga menghadirkan momen heroik yang dilakukan oleh sejumlah ibu-ibu yang ikut turun ke jalan.

Dalam situasi panas ketika aparat dan massa saling berhadapan, para ibu-ibu terlihat berada di barisan depan, mencoba menenangkan situasi dengan lantunan doa dan teriakan damai.

Mereka berdiri tegak sambil membawa poster bertuliskan “Suara Ibu, Suara Hati Rakyat” dan “Kami Bukan Musuh, Kami Ibu Bangsa”.

Salah satu momen yang menarik perhatian publik adalah ketika seorang ibu berusia sekitar 50 tahun memayungi sejumlah mahasiswa dari terik matahari. Di tengah dorongan massa, ia tetap berusaha menjaga agar anak-anak muda tidak terpancing provokasi.

“Anak-anak jangan takut, kalian berjuang untuk masa depan. Kami ibu-ibu akan jaga kalian,” ujar seorang ibu yang belakangan diketahui bernama Siti Aminah, sambil menenangkan mahasiswa di sekelilingnya.

Tak hanya itu, ada pula beberapa ibu yang membagikan air mineral dan makanan ringan kepada demonstran serta aparat keamanan. Aksi sederhana tersebut mencairkan ketegangan, bahkan sempat membuat sejumlah polisi meneteskan air mata.

“Keberanian ibu-ibu ini luar biasa. Mereka hadir bukan untuk membuat ricuh. Tetapi menunjukkan bahwa suara rakyat harus didengar dengan cara damai,” kata Andi Prasetyo, salah satu mahasiswa peserta aksi.

Pengamat sosial Dewi Harimurti menilai kehadiran para ibu dalam aksi unjuk rasa menjadi simbol moral yang kuat.

“Ketika ibu-ibu turun tangan, pesan yang ingin disampaikan bukan lagi sekadar tuntutan politik, melainkan jeritan hati rakyat kecil yang ingin keadilan,” ujarnya.

Momen heroik ibu-ibu tersebut viral di media sosial. Banyak warganet yang menyebut aksi damai mereka sebagai gambaran nyata “cinta seorang ibu kepada bangsa”. (clue)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *