Tasikmalaya – Dalam upaya meningkatkan pemahaman siswa terhadap penggunaan media sosial yang bijak dan bertanggung jawab, mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Siliwangi mengadakan seminar bertema Media Sosial dan Dampaknya di SDN Empat Sukamanah, pada (28/11/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas enam dan bertujuan untuk membekali pengetahuan dasar mengenai penggunaan media sosial secara cerdas, serta memahami pengaruh positif dan negatifnya terhadap kehidupan sehari-hari. Seminar ini menjadi bagian dari program literasi digital bagi anak usia sekolah dasar melalui penyuluhan dan diskusi interaktif.
Materi interaktif dengan Respons Siswa yang tinggi

Kegiatan penyuluhan mengenai Media Sosial, dampaknya, serta cara menggunakannya dengan bijak berjalan dengan sangat interaktif. Pemateri menyampaikan materi dengan bahasa yang mudah dipahami, disertai contoh-contoh kasus sederhana yang dekat dengan kehidupan siswa, seperti penyebaran informasi yang belum tentu benar, bahaya oversharing, dan pentingnya menjaga etika saat berkomunikasi di platform digital.
Para siswa kelas enam SDN Sukamanah Empat tampak antusias mengikuti penjelasan dan sering memberikan respons atas setiap poin yang disampaikan.
Dalam sesi tanya jawab, beberapa siswa berani mengemukakan pendapat dan menceritakan pengalaman mereka saat menggunakan media sosial. Mereka juga mencoba menjawab beberapa pertanyaan yang diberikan oleh pemateri, mulai dari tantangan yang mereka hadapi hingga pemahaman baru tentang cara menggunakan media sosial dengan aman.
Interaksi dua arah yang terbangun selama kegiatan menunjukkan bahwa materi yang diberikan sangat relevan bagi mereka. Penyuluhan ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa mengenai potensi dampak positif dan negatif media sosial, sekaligus menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya literasi digital dan penggunaan media sosial yang bertanggung jawab.
Pengenalan Media Sosial dan Keterkaitan dengan SDGs

Seminar ini terfokus untuk memberikan pengetahuan tentang penggunaan Media sosial yang baik, penggunaan internet yang aman, dan mendukung perkembangan pendidikan serta karakter anak.
Materi yang dibahas disesuaikan dengan beberapa aspek dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), diantaranya:
SDG 4: (Pendidikan Berkualitas) Meningkatkan literasi digital siswa melalui pendidikan karakter dan etika penggunaan teknologi.
SDG 9: (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) Memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital melalui media pembelajaran modern seperti video dan PowerPoint.
SDG 11: (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) Membentuk generasi muda yang sadar etika digital untuk menciptakan lingkungan digital yang aman dan berkelanjutan.
Pada kegiatan seminar, dijelaskan terkait konsep Aturan 4B Internet Sehat, yaitu Bertanya, Berpikir dan Bersikap di dunia media sosial.
Aturan ini disampaikan sebagai panduan dasar agar para siswa dapat menyaring informasi dan memahami risiko penggunaan media soaial tanpa pengawasan.
Penguatan Literasi Digital untuk Generasi Muda
Melalui program penyuluhan ini, diharapkan para siswa di SDN Sukamanah Empat dapat lebih menyadari bahwa media sosial bukan hanya alat hiburan, melainkan juga media untuk belajar, mendapatkan informasi, dan mengekspresikan diri secara positif.
Pemahaman ini krusial sebagai langkah awal dalam menciptakan generasi muda yang bijaksana, berhati-hati, dan mampu berpikir kritis saat berinteraksi di dunia digital.
Kegiatan penyuluhan yang berjudul “Media Sosial dan Dampaknya” ini juga menjadi dukungan dalam menciptakan budaya digital yang baik di lingkungan sekolah. Dengan memperkenalkan konsep literasi digital sejak usia dini, siswa akan lebih mampu membedakan informasi yang berguna dan yang sebaiknya dihindari, termasuk potensi risiko seperti konten berbahaya, penipuan, dan penggunaan data pribadi yang salah.
Kami berharap seminar ini memberikan dampak positif bagi para siswa, khususnya dalam mengenali perilaku yang sebaiknya diambil dan yang harus ditinggalkan saat menggunakan media sosial. Kegiatan ini juga membawa manfaat bagi kami sebagai penyelenggara. Melalui pengalaman ini, kami belajar cara menyampaikan informasi secara efektif kepada anak-anak, melatih kemampuan komunikasi, serta memperdalam pemahaman kami tentang pentingnya literasi digital dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, penyuluhan ini tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan bagi siswa, tetapi juga menjadi proses pembelajaran yang berarti bagi kami dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan di bidang literasi digital secara langsung.(clue)

