Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Tewas di Situbondo

Sumber foto: lintasjatim.com

SITUBONDO – Pagi Minggu itu, suasana Dusun Watuketu, Desa Demung, Kecamatan Besuki, Situbondo berubah menjadi tegang. Warga setempat menemukan kejadian tragis yang membuat heboh lingkungan mereka.

Sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak perempuan ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumah mereka tanpa ada tanda-tanda jelas penyebabnya.

Penemuan itu berawal ketika Abdur (60), ayah kandung dari Suningsih (38), datang ke rumah anaknya untuk mengantar pesanan tempe seperti biasa.

Saat ia mengetuk pintu depan, tidak ada jawaban. Rasa curiga membuatnya mencoba masuk melalui pintu samping yang tak terkunci.

“Saya lalu masuk dan menaruh tempe di meja dapur, lalu keluar lagi,” ujar Abdur.

Setelah keluar, Abdur masih merasa aneh. Ia kembali masuk ke rumah dan kali ini ia menemukan anak serta cucunya sudah tidak bernyawa. Dengan panik, ia segera bergegas memberitahu tetangga terdekat.

Polisi Masih Melakukan Penyelidikan

ilustrasi penyelidikan

Petugas kepolisian dari Polsek Besuki segera datang ke lokasi dan menyisir rumah tersebut. Kapolsek Besuki, AKP Febry Hermawan, menyampaikan bahwa hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dan belum bisa memastikan penyebab kejadian.

“Kami masih belum bisa memberikan keterangan mengenai penyebab maupun motif dugaan pembunuhan. Masih bekerja,” kata Febry.

Penyelidikan petugas kemudian menemukan fakta tambahan dari olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan, menjelaskan bahwa posisi ketiga korban menunjukkan bahwa penemuan jasad suaminya terpisah dari istri dan anaknya, tepatnya di kamar mandi.

“Pertama, suaminya ditemukan di kamar mandi. Diduga karena mengakhiri hidupnya,” ungkap Agung.

Selain itu, dari pemeriksaan awal, semua korban mengalami luka di bagian leher. Meski begitu, polisi masih menunggu hasil autopsi dari RSUD Abdurrahem untuk memastikan penyebab kematian ketiganya.

“Namun kepastian penyebab kematian dan jenis luka masih menunggu hasil autopsi,” tambah Agung.

Polisi juga memastikan tidak ada tanda-tanda barang korban hilang, sehingga sejauh ini mereka belum menemukan bukti kuat bahwa kejadian ini berkaitan dengan perampokan.

“Barang-barang korban tak ada yang hilang,” jelas Agung, sembari menyebut bahwa penyelidikan terus berjalan.

Tetangga dan warga sekitar masih terkejut oleh peristiwa itu, sementara pihak kepolisian berjanji akan mengumumkan perkembangan terbaru setelah proses penyidikan dan pemeriksaan lebih lanjut selesai. (clue)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *