WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu (28/12/2025) kembali melontarkan kritik terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Ia menilai organisasi internasional itu gagal menjalankan misi utamanya, yaitu menjaga perdamaian global. Trump menyampaikan pernyataannya melalui media sosial dan konferensi publik.
“PBB seharusnya menghentikan perang, bukan sekadar menggelar rapat,” kata Trump, menyoroti lambatnya respons organisasi tersebut terhadap konflik internasional.
Ia menekankan bahwa banyak perang dan ketegangan dunia terus berlanjut tanpa penyelesaian. Trump juga menyoroti besarnya kontribusi dana Amerika Serikat terhadap PBB.
“Amerika membayar sangat mahal, tetapi hasilnya sangat sedikit,” ujar Trump, mempertanyakan efektivitas penggunaan dana tersebut.
Kritik Trump muncul bersamaan dengan meningkatnya konflik perbatasan antara Kamboja dan Thailand. Bentrokan yang terjadi awal Desember 2025 menewaskan lebih dari 100 orang dan membuat jutaan warga mengungsi.
Thailand dan Kamboja akhirnya menyetujui gencatan senjata pada 27 Desember 2025, termasuk penghentian tembakan dan penarikan pasukan.
“Kami membantu menghentikan konflik itu dengan cepat,” kata Trump.“ PBB tidak hadir saat dunia membutuhkan tindakan,” tambahnya.
Pernyataan ini mendapat perhatian internasional. Beberapa pihak menegaskan bahwa PBB tetap penting untuk menjaga stabilitas global, tetapi kritik Trump menyoroti perlunya reformasi agar organisasi lebih responsif.
“Dunia tidak bisa menunggu birokrasi,” ujar Trump, menekankan bahwa tindakan nyata lebih dibutuhkan daripada rapat panjang dan pernyataan formal. (clue)

