CIREBON- Transformasi digital kini bukan lagi pilihan bagi pelaku UMKM, tetapi kebutuhan. Hal itu terlihat dalam kegiatan Coaching Clinic PosAja UMKM yang digelar Tim Pandu Digital Kementerian Komunikasi dan Digital bersama PT Pos Indonesia melalui layanan PosAja di Aula DKUKMPP Kota Cirebon, Rabu (6/5/2026).
Sejak pagi, puluhan pelaku usaha dari berbagai sektor tampak memenuhi lokasi kegiatan. Mereka mengikuti pelatihan yang membahas pemanfaatan teknologi digital, pemasaran online, hingga strategi pengiriman produk agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Di tengah persaingan usaha yang semakin berbasis digital, para pelaku UMKM didorong untuk tidak hanya bertahan di pasar lokal. Pemerintah dan sektor swasta mulai mengarahkan pelaku usaha kecil agar lebih siap masuk ke ekosistem bisnis nasional bahkan internasional.
Perwakilan DKUKMPP Kota Cirebon, Dedi Fachrudin, menilai kesiapan menghadapi perkembangan teknologi menjadi tantangan utama bagi UMKM saat ini, khususnya di wilayah Ciayumajakuning.
Sementara itu, pihak PosAja menyoroti pentingnya layanan logistik dalam mendukung pertumbuhan usaha kecil. Melalui jaringan pengiriman yang dimiliki, pelaku usaha disebut memiliki peluang lebih besar untuk memperluas distribusi produk hingga luar negeri.
Vice President Digital Channel PosAja, Shatria Putra Dhartia, menyebut layanan PosAja kini mampu menjangkau pengiriman ke berbagai daerah di Indonesia hingga ratusan negara.
Selain logistik, peserta juga diperkenalkan dengan pemanfaatan platform digital dan layanan pembayaran elektronik untuk mendukung efisiensi usaha.
Di sisi lain, Tim Pandu Literasi Digital Komdigi menilai persoalan terbesar UMKM bukan hanya akses teknologi, tetapi kesiapan untuk beradaptasi. Ketua tim, Dirgantara Manurung, menekankan pentingnya kemauan pelaku usaha untuk terus berkembang di tengah perubahan pola bisnis.
Dalam sesi pemaparan, terungkap bahwa jumlah UMKM di Kota Cirebon telah mencapai lebih dari 5.000 unit. Sektor kuliner masih menjadi bidang usaha paling dominan dan dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui pasar digital.
Kegiatan ini juga diakhiri dengan penandatanganan kerja sama antara Tim Pandu Literasi Digital Komdigi, DKUKMPP Kota Cirebon, dan PT Pos Indonesia. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pendampingan UMKM, memperluas akses pasar, hingga mendorong model bisnis berbasis koperasi di tingkat kelurahan.
Melalui langkah ini, UMKM di Kota Cirebon diharapkan tidak hanya mampu bertahan di tengah perubahan ekonomi digital, tetapi juga mulai bersaing di pasar yang lebih luas. (clue)

