Bidik Lompatan Prestasi di PORPROV 2026, Peringkat 19 Jadi Alarm Pembinaan Atlet Cirebon


CIREBON – Posisi Kota Cirebon yang masih tertahan di peringkat ke-19 pada ajang PORPROV Jawa Barat 2022 kini menjadi alarm serius bagi dunia olahraga daerah. Pemerintah Kota Cirebon menargetkan lonjakan prestasi pada PORPROV XV Jawa Barat 2026 dengan pembinaan atlet yang lebih terarah, seleksi lebih ketat, dan dukungan anggaran yang tepat sasaran.

Komitmen itu mengemuka dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cirebon yang dihadiri Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, Rabu (13/5/2026).

Rakercab ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian olahraga Kota Cirebon sekaligus menyusun strategi menghadapi pesta olahraga tingkat provinsi tahun depan.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan bahwa olahraga bukan sekadar urusan kompetisi dan perolehan medali, tetapi juga mencerminkan kualitas pembinaan daerah secara keseluruhan.

“Di balik setiap medali ada proses panjang. Ada latihan, disiplin, mental bertanding, dan manajemen pembinaan yang harus benar-benar tertata. Itu yang harus kita benahi dan jaga bersama,” ujarnya.

Pada PORPROV XIV Jawa Barat 2022, Kota Cirebon menempati peringkat ke-19 dengan raihan 13 medali emas, 23 perak, dan 25 perunggu. Total 61 medali dinilai menunjukkan potensi besar atlet daerah, namun jumlah emas yang masih terbatas menjadi catatan penting.

Menurut Wali Kota, capaian tersebut tidak boleh sekadar diapresiasi, tetapi harus menjadi bahan evaluasi serius untuk memperbaiki kualitas pembinaan dan memperkuat mental juara atlet saat menghadapi laga penentuan.

“Peringkat 19 tidak boleh menjadi angka yang kita terima begitu saja. Ini harus jadi batu loncatan untuk naik. Potensi kita ada, tinggal bagaimana pembinaannya lebih fokus dan targetnya lebih berani,” tegasnya.

Ia juga menyoroti dua agenda penting Rakercab, yakni penetapan kontingen dan pembagian dana stimulan, yang menurutnya harus dijalankan secara profesional, transparan, dan berbasis performa.

“Yang berangkat harus benar-benar siap tempur. Penetapan kontingen tidak bisa asal, harus berdasarkan kesiapan fisik, mental, dan performa atlet. Begitu juga dana stimulan, harus tepat sasaran agar benar-benar berdampak pada kualitas latihan,” katanya.

Wali Kota berharap dukungan anggaran pemerintah tidak hanya menjadi formalitas, tetapi mampu menjadi instrumen pengungkit prestasi di setiap cabang olahraga.

“Rakercab ini harus menghasilkan kesepahaman bersama antara pemerintah, KONI, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga agar pembinaan atlet berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan menghasilkan prestasi nyata,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Cirebon, Handarujati Kalamullah, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan kontingen besar untuk PORPROV XV 2026 dengan total kekuatan hampir 500 orang.

Komposisi tersebut terdiri dari sekitar 261 atlet putra, 146 atlet putri, didukung 83 pelatih putra, sejumlah pelatih putri, serta ofisial lainnya.

“Kami berharap semua pihak memahami bahwa ini adalah hasil terbaik dari proses seleksi. Kontingen yang disiapkan ini adalah kekuatan yang akan membawa nama Kota Cirebon di PORPROV 2026,” jelasnya.

Handarujati mengakui tantangan untuk melampaui capaian sebelumnya tidak mudah, terutama dengan target meningkatkan raihan emas yang menjadi penentu posisi klasemen.

“Melampaui 13 emas tentu bukan pekerjaan ringan. Tapi semangat atlet kita besar, dan itu yang harus terus kita jaga. Mereka adalah harapan Kota Cirebon untuk mengharumkan nama daerah,” tuturnya.

Dengan evaluasi menyeluruh dan target yang kini dipasang lebih tinggi, PORPROV 2026 menjadi ujian apakah Kota Cirebon mampu keluar dari bayang-bayang peringkat 19 dan mencetak lompatan prestasi yang lebih kompetitif di level Jawa Barat. (clue)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *