CIREBON — Di tengah tekanan ekonomi yang terus berubah, pelaku usaha ultra mikro di Cirebon mulai didorong untuk tidak sekadar bertahan, tetapi berkembang. Salah satu upaya itu terlihat dalam kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar 2026 yang digelar di Gedung Gratia, Sabtu (25/4/2026), dengan melibatkan ratusan pelaku UMKM.
Sekitar 250 peserta hadir, sebagian besar merupakan nasabah program pembiayaan mikro. Mereka tidak hanya mendapatkan pembinaan teknis, tetapi juga penguatan dari sisi kreativitas, budaya, hingga literasi keuangan—tiga hal yang kini dianggap krusial agar usaha kecil bisa “naik kelas”.
Siti Farida Rosmawati yang hadir dalam kegiatan itu menilai, penguatan UMKM tidak bisa hanya berhenti pada akses modal. Menurutnya, tantangan utama justru ada pada kemampuan pelaku usaha dalam mengelola dan mengembangkan bisnisnya.
“Usaha mikro itu tulang punggung ekonomi daerah. Kalau mereka naik kelas, dampaknya langsung terasa ke daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi lokal,” ujarnya.
Ia juga menyoroti masih banyak pelaku usaha yang belum memiliki pemahaman dasar soal pengelolaan keuangan, mulai dari pemisahan uang pribadi dan usaha hingga perencanaan ekspansi. Padahal, hal-hal tersebut menjadi fondasi penting untuk pertumbuhan jangka panjang.
Selain itu, isu legalitas juga ikut disorot. Pemerintah daerah mendorong pelaku UMKM untuk mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal agar produk mereka lebih kompetitif dan mampu menembus pasar yang lebih luas.
Di sisi lain, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menegaskan pendekatan pendampingan menjadi kunci utama. Pimpinan Cabang PNM Cirebon, Erwin Syafriadi, menyebut pihaknya tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga mendampingi pelaku usaha dari awal hingga berkembang.
Mulai dari pengembangan produk, kemasan, pemasaran, hingga fasilitasi sertifikasi halal menjadi bagian dari proses tersebut. Bahkan, menurutnya, ada pelaku usaha binaan yang produknya sudah menembus pasar internasional seperti Jepang.
“Potensi usaha ultra mikro itu besar. Tapi memang harus didampingi secara konsisten supaya bisa berkembang,” kata Erwin.
Saat ini, jumlah nasabah PNM di Kota Cirebon mencapai sekitar 16.900 orang. Ke depan, angka tersebut ditargetkan terus bertambah untuk menjangkau lebih banyak pelaku usaha yang belum tersentuh layanan pembiayaan formal.
Kegiatan seperti PKU Akbar dinilai menjadi salah satu cara efektif mempertemukan pelaku usaha dengan ekosistem pendukungnya—mulai dari pemerintah, lembaga pembiayaan, hingga sesama pelaku UMKM.
Dengan pendekatan kolaboratif ini, dorongan agar UMKM “naik kelas” tidak lagi sekadar jargon, tetapi mulai terlihat dalam bentuk nyata: dari usaha rumahan yang lebih tertata, hingga produk lokal yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas. (clue)

