Mahkamah Konstitusi Korea Selatan Resmi Copot Presiden Yoon Suk Yeol, Lee Jae-Myung Jadi Calon Kuat

Seoul — Mahkamah Konstitusi Korea Selatan resmi mencopot Presiden Yoon Suk Yeol dari jabatannya pada Jumat (04/04/25). Setelah negara tersebut dilanda kekacauan politik berkepanjangan. Keputusan ini diambil menyusul kegagalan deklarasi darurat militer yang sempat diumumkan oleh Yoon, yang memicu protes besar-besaran.

Melansir dari Kompas.com kewenangan dan hak istimewa Yoon di cabut, karena menurut Mahkamah Konstitusi, tindakan Yoon melanggar prinsip-prinsip konstitusional yang berlaku. Sebagai konsekuensinya, Yoon harus meninggalkan kompleks kepresidenan dan kehilangan hak atas pengamanan presiden.

Yoon tidak lagi menikmati kekebalan eksekutif dan Yoon kini berpotensi berhadapan dengan proses hukum sebagai warga sipil. Yoon menghadapi ancaman persidangan pidana dengan tuduhan pemberontakan. Jika terbukti bersalah, ia berisiko mendapat hukuman penjara atau bahkan hukuman mati.

Selama masa kepresidenannya, Yoon sempat memveto upaya parlemen untuk menyelidiki istrinya, Kim Keon Hee, yang terlibat dalam berbagai skandal. Sesuai dengan konstitusi Korea Selatan, pemilihan presiden baru wajib terlaksana dalam waktu 60 hari sejak pencopotan presiden.

Dengan Yoon tidak lagi berkuasa, jaksa penuntut akan menyelidiki tidak hanya dia tetapi juga Kim secara menyeluruh,” ujar pengacara dan analis politik Yoo Jung-hoon kepada AFP

Lee Jae-myung Jadi Kandidat Presiden Terkuat

Media lokal memperkirakan pemungutan suara akan berlangsung pada pekan pertama Juni 2025. Meskipun tanggal resmi akan di umumkan dalam beberapa hari ke depan. Berbeda dengan pemilu reguler, pemenang pemilihan presiden kali ini akan langsung dilantik keesokan harinya tanpa masa transisi dua bulan.

Perdana Menteri Han Duck-soo mengambil alih pemerintahan sebagai penjabat presiden. Han telah menjalankan peran ini sejak pekan lalu setelah Mahkamah Konstitusi membatalkan pemakzulan terhadapnya.

Lee Jae-myung, pemimpin oposisi yang kini menjabat sebagai Ketua Partai Demokrat. Ia di sebut-sebut sebagai kandidat terkuat dalam pemilihan mendatang.

Lee, yang memiliki tingkat dukungan 34 persen menurut survei Gallup terbaru, sempat kalah tipis dari Yoon dalam pemilu 2022, namun kini kembali mencuat sebagai pemimpin oposisi yang kuat.

Dukungan politik Lee semakin meningkat setelah pengadilan banding membatalkan vonis pelanggaran hukum pemilu yang sempat jatuh kepadanya.

Dengan situasi politik yang masih penuh ketidakpastian, perhatian publik kini tertuju pada bagaimana proses transisi kepemimpinan di Korea Selatan akan berlangsung.(clue)

Baca juga : https://cluetoday.com/bagaimana-kdm-menguasai-panggung-media/

Follow kami : https://www.instagram.com/cluetoday_?igsh=MWU2aHg0a3g2dHlvdg==

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *