Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu bersama jajaran pejabat utama Polres Subang, Rabu (26/03/25). Foto: Cluetoday.

Subang–Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, mengungkapkan para terduga korban Arisan Online Bodong di Subang, untuk segera melapor ke Polres Subang.

Hal ini disampaikan Ariek pada Rabu (26/03/25) di Kantor Polres Subang. Ariek menerangkan, pihaknya bakal melakukan proses penegakan hukum terhadap setiap aduan dari korban yang dirugikan arisan bodong tersebut.

“(Informasi) dari Pak Kasatreskrim belum ada laporan (dari korban). Yang jelas kalau ada laporan pasti akan kita tindak lanjuti,” kata Ariek.

Ariek menyebut, yang melaporkan ke Polres Subang baru dari pendiri “Ratu Arisan Subang” yaitu EU pada Selasa (25/03/25). Hal itu dibenarkan Kasatreskrim Polres Subang, AKP Bagus Panuntun.

“Yang baru melaporkan justru pihak Terlapor (Pihak Ratu Arisan Subang, EU),” kata Bagus.

Untuk itu, pihaknya meminta para korban segera membuat laporan pengaduan untuk dilakukan proses hukum. Selain itu, turut membawa bukti-bukti kerugian.

Kronologi Versi Korban

Seperti yang ditulis Cluetoday dalam artikel berjudul “Ratu Arisan Subang Diduga Tipu Anggota Hingga Rp1 Miliar, Korban Harap Polisi Segera Bertindak” pada 15 Maret 2025,
Kasus penipuan Ratu Arisan Subang bermula dari informasi yang beredar di media sosial tentang arisan bodong dengan terduga YK.

Menurut salah satu korban penipuan, SA (25), arisan tersebut awalnya berjalan lancar bahkan sudah berjalan sejak 2020.

SA bahkan memanfaatkan arisan tersebut sebagai media untuk menabung.

“Awal mula join hanya get receh seperti 1jt/2jt karna lancar. Tidak pernah telat dan membantu mengatur keuangan sehingga dulu itu bisa dijadikan media menabung di arisan ini,” kata SA kepada Cluetoday.

Namun, pada Februari 2025 beberapa anggota arisan mulai mengeluhkan keterlambatan pencairan. Awalnya mereka mengira hanya terlambat dengan alasan yang dapat diterima. Hingga para member akhirnya mengungkap bahwa admin arisan diduga telah membawa kabur uang anggota karena pelaku tak juga memberikan klarifikasi.

“Pada akhirnya member menyimpulkan bahwa tersangka telah membuat arisan di dalam arisan tanpa sepengetahuan owner arisan tersebut,” ujarnya.

“Sampe akhirnya sekarang ini total kerugian yang saya alami ±42jt, dan yang paling besar kerugiannya sekitar 560jt,” tambah SA.

YK Membuat Arisan dalam Arisan

YK adalah salah satu dari dua admin Ratu Arisan Subang. SA bahkan bergabung dengan arisan tersebut tanpa mengenal pelaku.

“Saya memutuskan join itu karna rekan kerja saya banyak yang join akhir nya saya ikutan join juga,” katanya.

Setelah menyimpulkan bahwa uang arisan tersebut digondol pelaku, belakangan diketahui bahwa YK juga menjual nomor anggota arisan tersebut untuk membentuk arisan lain. Juga untuk melakukan jual beli slot atau judi online.

“Tidak hanya itu tersangka juga menjual beberapa nomer arisan ke member lain dengan menjanjikan keuntungan yang besar dalam waktu beberapa Minggu. Tersangka juga menjual nama orang lain di beberapa nomer arisan yang padahal itu adalah dirinya sendiri (Nama fiktif/bodong),” ucap SA.

Korban Berharap Polisi Turun Tangan

Para korban yang merugi telah berusaha menyelesaikan dalam bentuk kekeluargaan. Keluarga YK mengaku akan bertanggungjawab dan menyelesaikan persoalan.

Meskipun menurut pengakuan SA, sampai saat ini belum tindak lanjut dari YK dan keluarganya. Terlebih, jumlah korban terus bertambah.

SA berharap aparat kepolisian segera turun tangan untuk menyelesaikan masalah tersebut.(cep/sin/clue)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *